Friday, April 19, 2013

Reformatting



Data  perekaman seismik saat akuisisi memiliki urutan berdasarkan jarak (sequential series), kemudian untuk disimpan di dalam tape diubah menjadi dalam urutan berdasarkan waktu (time series). Proses ini yang dikenal sebagai demultiplex.


Hal yang menjadi pertimbangan mengapa pada saat perekaman data seismik tersebut dilakukan dengan metode multiplex, karena pada saat perekaman kita harus merekam data-data tersebut dalam satu waktu. Jadi dalam satu waktu perekaman kita akan mendapatkan banyak sampel data dari hasil perekaman.



Proses demultiplex dapat digambarkan sebagai berikut.


Gambar . Proses Demultiplex

Pada perekaman data sismik biasanya dikenal alat untuk merekam data tersebut adalah multiplexer yaitu sebuah alat yang merupakan switch elektronik yang akan berputar cepat akan membaca amplitude dari gelombang seismik mulai dari saluran 1 sampai dengan saluran ke n untuk setiap waktu perekaman.

Untuk waktu 1, data yang akan terbaca adalah sbb:
Sample-1    trace 1,
Sample-1    trace 2,
Sample-1    trace 3,
…………………………………,
Sample-1    trace n,
Untuk waktu 2, data yang akan terbaca adalah sbb:
Sample-2    trace 1,
Sample-2    trace 2,
Sample-2    trace 3,
…………………………………,
Sample-2    trace n,

Dan biasa juga di notasikan dalam bentuk matriks yang berupa amplitudo gelombang seismik yang direkam dari saluran 1 sampai dengan saluran ke n, yang terdiri dari sample ke 1 sampai dengan sample ke m dan dinyatakan sebagai berikut:

             a11    a12    a13    …    a1n
             a21    a22    a23    …    a2n
Aij =     a31    a32    a33    …    a3n
             …    …    …    …    …
             am1    am2    am3    …    amn

m  = dinyatakan sebagai jumlah sample dalam setiap trace
n    = dinyatakan sebagai jumlah saluran (channel yang aktif pada saat perekaman).

Pada proses demultiplex pada hakekatnya adalah memutar (mentranspose) data multiplex, dan dalam notasi matematika di tuliskan sebagai suatu fungsi transpose matriks.

 A_ij=(A_ij )^t               

Dengan penerapan dari fungsi transpose tersebut maka kita memperoleh notasi matriks yang baru sebagai berikut:

              a11    a21    a31    …    am1
              a12    a22    a32    …    am2
Aji =     a13    a23    a33    …    am3
               …    …    …    …    …
             a1n    a2n    a3n    …    amn

Dan dengan demikian data yang tadinya terekam dalam deret jarak (sequential series) telah diubah menjadi data yang terekam berdasarkan waktu (time series).

credit : http://bu-gis.blogspot.com/2010/12/demultiplex-true-amplitudo-recovery.html

Setelah data diubah ke bentuk demultiplex dan disimpan dalam tape dalam format SEGY, untuk melakukan pengolahan data berikutnya dibutuhkan proses reformatting agar dapat digunakan pada perangkat lunak processing untuk tahap pengerjaan selanjutnya.




No comments: