Tuesday, May 14, 2013

Noise Filtering with Wavelet Transform

Langkah denoising berikutnya adalah Noise Filtering with Wavelet Transform.
Perlunya dilakukan langkah ini adalah karena adanya noise di dekat permukaan seperti coherent noise (ground roll), linear noise (energi seismik dekat permukaan yang tidak hiperbolik), unorganized noise (spike, air wave, etc.). 

Tahapan ini dapat dilakukan pada proses pre-processing untuk menghilangkan ground roll dengan menentukan wilayah groundroll dari velocity. Yaitu dengan menentukan velocity tertentu dari gather yang dicurigai sebagai slope dari ground roll, tanpa dekomposisi. 


Tahapan ini juga dilakukan untuk menghilangkan linear noise pada proses pre-conditioning dengan cara dekomposisi atau slicing gather menjadi beberapa slice (setiap slice dinomorkan). Jumlah slice adalah (n+1)2. Input : shotpoint gather yang sudah di-NMO (sudah ada velocity hasil analisis). 
 

Slice ditunjukkan oleh table diatas. Jika setiap slice ditunjukkan gather dan grafik F-K, maka akan terlihat semakin ke kanan, maka range bilangan gelombang k pada grafik F-K akan semakin besar, yang mengindikasikan bahwa data semakin miring (linear noise) sementara input adalah shot gather yang sudah di-NMO. Slice dengan sudut kemiringan besar (maksimum 90o) akan dibuang. Kemudian data yang digunakan digabungkan lagi. 
 


1 comment:

Unknown said...

Menarik ide denoise ini, dilakukan pd data ter-nmo, sehingga seismic yg merupakan data cenderung akan flat, dan yg memiliki dipping mnjauhi flattenes (noise) akan di attenuate.

Utk atenuasi, Wavelet transform sangat berjasa utk mndekomposisi (mng-iris) wavelet dlm variasi fungsi f dan k. (Bukan time-varian fk)

Seismologist tinggal memilih dan membuang bagian2 dekompose yg berisi noise. Kemudian sisa dekompose sisanya disatukan kmbali.

Good article.


Salam,

Krisna